PENDIDIKAN

Prabowo Ajak Amerika Serikat Berkolaborasi dalam Inovasi Pendidikan STEM di Indonesia

Prabowo Ajak Amerika Serikat Berkolaborasi dalam Inovasi Pendidikan STEM di Indonesia
Prabowo Ajak Amerika Serikat Berkolaborasi dalam Inovasi Pendidikan STEM di Indonesia

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengundang Amerika Serikat untuk berkolaborasi dalam transformasi pendidikan berbasis science, technology, engineering, and mathematics (STEM) yang tengah direncanakan Indonesia pada Rabu (18 Februari 2026) di Washington DC, Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan saat Prabowo menghadiri berbagai forum dan pertemuan dengan pelaku usaha serta pemangku kepentingan AS, termasuk sesi Business Summit dan forum bisnis di U.S. Chamber of Commerce.

Rencana Besar Pendirian Universitas STEM di Indonesia

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pembangunan sepuluh universitas baru berbasis STEM dan kedokteran. Ia menilai adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat sektor pendidikan tinggi sebagai upaya mengurangi kesenjangan tenaga profesional, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia masih menghadapi kekurangan sekitar 140.000 tenaga dokter, sementara hanya sekitar 10.000 lulusan dokter yang dihasilkan per tahun. “Keadaan ini berarti dibutuhkan upaya baru dan signifikan untuk mengatasi kekurangan tersebut,” ujar Prabowo dalam forum tersebut, seraya menegaskan bahwa universitas berbasis STEM dan kedokteran yang akan dibangun menjadi bagian dari solusi.

Dorongan Kolaborasi Institusi Pendidikan AS

Presiden juga secara terbuka mengundang lembaga pendidikan tinggi asal Amerika Serikat untuk ikut serta dalam pembangunan dan pengembangan universitas baru tersebut, termasuk melalui kemitraan akademik, pertukaran dosen, hingga kerja sama riset. Ajakan ini bertujuan memperluas cakupan pertukaran pengetahuan antara kedua negara, sekaligus meningkatkan mutu pendidikan Indonesia melalui pengalaman praktis dan dukungan global.

Selain itu, Prabowo berharap kampus-kampus dari AS dapat berkontribusi dalam penyusunan kurikulum dan program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri masa depan. Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teori tetapi juga siap menghadapi tantangan global di era digital dan teknologi maju.

Peluang Kerja Sama di Sektor Investasi dan Kesehatan

Tidak hanya fokus pada pendidikan, Prabowo juga mendorong peluang kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar asal AS di sektor lain, termasuk industri peralatan medis dan kesehatan. Ia menyebutkan perusahaan seperti General Electric sebagai salah satu pihak yang dapat meningkatkan investasi dalam produksi alat kesehatan di Indonesia. Langkah ini dinilai akan memberikan manfaat ganda: memperkuat industri lokal sekaligus mendukung kebutuhan pendidikan dan kesehatan nasional secara terpadu.

Menurut Prabowo, investasi asing di sektor pendidikan dan kesehatan tidak hanya membuka peluang ekonomi tetapi juga memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat. Ia menilai sinergi kedua negara dalam bidang knowledge economy tersebut akan menjadi pendorong utama pertumbuhan jangka panjang kedua negara.

Komitmen Pemerintah dalam Reformasi Pendidikan Nasional

Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Prabowo, telah menjadikan reformasi pendidikan sebagai salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional. Upaya ini meliputi digitalisasi pembelajaran, penyediaan fasilitas pendidikan berkualitas, serta distribusi sarana teknologi pendidikan ke berbagai wilayah di tanah air. Program digitalisasi sekolah yang sudah berjalan serta rencana pendirian universitas baru menunjukkan langkah konkret dalam mewujudkan visi pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Prabowo juga menekankan pentingnya inovasi dalam sistem pendidikan Indonesia untuk dapat bersaing di tingkat global. Menurutnya, kolaborasi dengan universitas dan lembaga luar negeri akan membantu mempercepat transfer teknologi dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh generasi muda Indonesia.

Reaksi dan Tantangan ke Depan

Respons terhadap ajakan kolaborasi ini cukup positif dari pelaku bisnis dan akademisi AS yang hadir dalam forum. Banyak pihak melihat potensi kerja sama strategis yang luas tidak hanya di pendidikan tetapi juga di teknologi, riset, serta program peningkatan keterampilan bagi tenaga kerja Indonesia. Namun demikian, tantangan tetap ada, termasuk dalam harmonisasi kurikulum internasional dengan konteks lokal serta kesiapan infrastruktur pendidikan di sejumlah kawasan.

Pemerintah Indonesia telah menyatakan komitmen kuat untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki berbagai kebijakan pendidikan guna memastikan hasil yang optimal dari rencana besar ini. Prabowo berharap upaya kolaboratif ini dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional dan mendukung pembangunan Indonesia Emas.

Dengan langkah-langkah tersebut, Indonesia berupaya memperkuat fondasi sumber daya manusia agar siap menghadapi tantangan ekonomi dan teknologi global di masa depan, sekaligus mempererat hubungan strategis dengan mitra internasional seperti Amerika Serikat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index